Menjala Kesejahteraan : Bunga Rampai Pemikiran Perikanan dan Kelautan

Menjala Kesejahteraan: Bunga Rampai Pemikiran Perikanan dan Kelautan
Nenek moyangku seorang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa...

Sepenggal bait diatas merupakan salah satu “lagu wajib” bagi anak-anak Indonesia hingga hari ini. Lagu ini baik langsung maupun tidak sebetulnya telah menjadi alat sosialisasi kepada massa untuk (secara sadar) bangga memiliki nenek moyang pelaut, yang gagah, kuat, dan pemberani. Masalahnya adalah ketika sosialisasi “bangga bernenek moyang pelaut” ini menjadi “opium” yang memabukkan, paling tidak melenakan. Akibatnya, orang yang terkena virus opium ini menjadi tidak mampu untuk berbicara (bertanya) lebih jauh, seperti “bagaimana kehidupan sehari-hari para pelaut?”, “pedulikah kita dengan kekayaan laut yang ada?”, dan “kenapa pencemaran dan kerusakan laut tinggi?”.

Indonesia dikenal sebagai bangsa maritim, paling tidak karena dua hal: pertama, sejak zaman dulu kala penduduk di kepulauan nusantara ini dikenal sebagai pelaut. Kedua, wilayah lautnya lebih luas dibandingkan wilayah daratannya. Dengan begitu, secara mudah orang akan tahu bahwa sumber daya kelautan Indonesia sangat besar, bila dikelola dan dieksploitasi secara baik akan menghasilkan sumber penghidupan yang tiada habis-habisnya untuk kesejahteraan bersama. Sayangnya, ––sebagaimana yang dapat kita telisik lebih jauh dalam buku ini–– apa yang dilakukan oleh bangsa Indonesia selama ini tidak memiliki keberpihakan pada perikanan dan kelautan. Kekayaan laut yang demikian besar menjadi “anak tiri di negeri sendiri” dan tak jarang malah menjadi lumbung dan bahan rayahan negara-negara asing.

Kenapa demikian? Karena selama ini pembangunan nasional kita selalu berorientasi ke daratan. Sementara, laut terpinggirkan, hanya dijadikan tempat buangan, buang sampah dan buang limbah. Penghidupan penduduk di daerah perairan-laut tetap lekat dengan lumpur kemiskinan, derita keterbelakangan, dan kekumuhan lingkungan. Inikah kebanggan yang terus kita dengungkan sebagaimana “lagu wajib” di atas

Buku yang berisi kumpulan tulisan hasil pemikiran mahasiswa ini berupaya untuk mengungkap beberapa persoalan penting yang dihadapi oleh masyarakat perikanan dan kelautan, sembari memberikan gagasan mengenai pembangunan dan pengelolaannya. Masalah-masalah sosial-ekonomi dan lingkungan yang dihadapi pelaku perikanan merupakan sebuah ironi besar ditengah-tengah kekayaan semberdaya kelautan yang melimpah.

Kehadiran buku ini merupakan kebutuhan kongkret untuk mengisi kelangkaan publikasi tentang masyarakat nelayan dan masalah perikanan-kelautan secara umum, serta menyemarakkan perdebatan wacana tentang arah pembangunan kemaritiman di masa depan. Sebuah buku yang layak dimiliki dan dibaca oleh siapa pun: para penentu kebijakan pembangunan, akademisi, praktisi, masyarakat sipil serta kalangan mahasiswa yang tertarik dengan isu-isu pembangunan perikanan, kelautan dan kemaritiman.

***
“Buku ‘Menjala Kesejahteraan’ dapat memberikan kontribusi besar dan penting dalam menjadikan sektor kelautan perikanan menjadi Leading Sector dalam arsitektur perkonomian Indonesia.” (Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS - Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia dan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB)

“...buku ini tidak saja menyajikan berbagai informasi dan data dari berbagai daerah tentang berbagai masalah tetapi juga membawa pembaca untuk berpikir kritis, dan membangkitkan kesadaran bahwa pembangunan perikanan dan kelautan tidak saja urgen bagi bangsa ini tetapi juga perlu cepat.” (Prof. Dr. Ir. Kamiso H. N., M. Sc. - Guru Besar Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian-UGM)

“... gagasan-gagasan yang bertebaran di buku ini sedikit banyak merefleksikan kegelisahan kaum muda, sekaligus mewakili suara rakyat pada umumnya. Kehadiran buku ini dapat memperkaya apresiasi, mempertajam wacana, dan menjadi teman dialog yang menggairahkan, sekaligus meminimalisir kelangkaan kajian dan bacaan perikanan dan kelautan. Selamat menjelajah.” (Prof. Dr. Ir. Rustadi, M. Sc. - Guru Besar Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian-UGM)



Data Buku
  1. Penulis : Forum Kajian Perikanan (Andhika Rakhmanda,dkk.)
  2. Terbit : Desember, 2014
  3. ISBN : 978-602-225-959-6
  4. Halaman : 278
  5. Harga : Rp 65.000,-

Pre Order 
sms ke 0812-9049-3330 (FKP)

Best regards,
Forum Kajian Perikanan
@kajianperikanan
www.kajianperikanan.com

Share this:

0 komentar:

Posting Komentar