Pertemuan dengannya di pagi hari
di bawah pohon kami berdua
aku di atas sepeda, ia duduk di bangku rendah
tertutup wajah oleh topinya
terguncang dada oleh tangisnya
seorang lelaki muda, belum 30 usia
senyumnya lebar, dahinya cerah
ia sahabat anak-anak sekolah
pikulnya ditunggu, ia layani kanak-kanak satu demi
satu
dan pertemuan kami sederhana sekali
ia penjual, aku pembeli
pagi hari itu
usai berlomba sepeda dengan anak-anak sekolah
seperti biasa, ia lewat di depan kami
anak-anak membujukku untuk membeli
kata mereka kue apenya murah dan bersih
tukang ape, 1000 rupiah per keping jualnya
telah mengajariku makna cinta yang sebenarnya
berguncang dadaku saat ia terisak,
ketika pembicaraan kami sampai di soal anak
setelah 12 tahun ia menunggu,
berusaha ini dan itu dalam sepi pilu,
akhirnya Allah berkenan memberi seorang putri
yang jadi semangat baginya mengais rezeki
sejak dini pukul tiga, bangun ia mengaduk tepung, gula
dan daun suji
disaring tiga kali, agar lunak di lidah kanak-kanak
yang jadi pelanggannya sehari-hari
aku tak peduli, aku tak sempat merasa jijik
pada jarinya yang sesekali mengusap air mata yang
leleh
yang ia gunakan juga untuk mengangkat ape yang sudah
jadi
karena air mata Pak Ape adalah cinta sesungguhnya
isak dadanya adalah bunyi firman yang disampaikannya
dan kutangkap isyarat itu dari Allahku
agar aku membidik lagi ke kedalam hati
apakah telah ada syukurku ini atas segala nikmat-Nya
yang tak terperi
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
kue ape (sumber: bisikan.com)
Sinduadi, 27 September 2013
Catatan:
Di perumahan kami (RK), yang paling enak naik sepeda.
Aman dan asri. Jalannya menyisir sungai. Tak jarang aku berangkat kuliah dengan
berjalan kaki. Suatu hari, di suatu pagi, sebelum berangkat kuliah aku berputar
arah terlebih dahulu, menengok keceriaan anak-anak sekolah di SDN 1 Sinduadi.
Senang rasanya menengok anak-anak, melihatnya membuatku mengingat mimpi-mimpi
kecil dan bersemangat kuliah. Sejak itu, seringkali aku menyempatkan diri untuk
sekedar lewat halaman depan SD 1 Sinduadi. Sejak itu pula Pak Ape menjadi
sahabat kami. Kue apenya enak sekali!

0 komentar:
Posting Komentar